Endapan lumpur tebal yang tertinggal pascasurutnya genangan air banjir sering kali menyulitkan warga untuk beraktivitas dan membuka kembali sarana publik. Tim aksi cepat santri diterjunkan ke lokasi terdampak untuk melakukan kerja bakti pengerukan lumpur pekat di area fasilitas umum dan pasar tradisional di Kalimantan. Pembersihan sisa endapan lumpur dilakukan secara intensif agar sarana transaksi ekonomi warga dapat kembali beroperasi normal.
Kerja keras pembersihan fasilitas ekonomi warga ini terintegrasi dalam aksi relawan santri darul hidayatul keruk endapan lumpur pasar kalimantan bersama petugas gabungan. Dengan menggunakan cangkul, sekop, dan semprotan air bertekanan tinggi, para santri bahu-membahu membersihkan lorong-lorong toko dari lapisan lumpur yang licin. Lingkungan pasar yang bersih mempercepat pemulihan roda ekonomi lokal.
Para santri tidak canggung untuk kotor-kotoran masuk ke dalam saluran selokan guna mengangkut material lumpur dan sampah yang mengendap keras. Semangat gotong royong yang ditunjukkan relawan santri memicu motivasi para pedagang pasar untuk ikut serta membersihkan lapak jualan mereka masing-masing. Kebersamaan di lapangan mempercepat penyelesaian target pembersihan fasilitas umum.
Setelah pengerukan lumpur selesai, tim menyemprotkan cairan disinfektan ke seluruh lantai pasar guna membunuh kuman penyakit dan menghilangkan bau amis lumpur. Pasar tradisional yang telah bersih dan higienis kini siap digunakan kembali oleh para pedagang dan pembeli dengan aman dan nyaman. Pemulihan sarana publik mengembalikan keceriaan dan gairah ekonomi daerah.
Aksi fisik pemulihan pascabencana yang dijalankan oleh para santri merupakan wujud nyata penerapan nilai kepedulian sosial dan kerja keras dalam ajaran Islam. Karakter santri yang tangguh dan ikhlas melayani masyarakat membuat kehadiran mereka selalu dirindukan saat terjadi musibah bencana alam. Pesantren hadir sebagai pilar pelindung dan pemulih kehidupan warga.
Pembersihan endapan lumpur pekat ini diharapkan dapat dilanjutkan ke area sarana pendidikan dan tempat ibadah di sekitar pemukiman warga. Sinergi gotong royong antara relawan pesantren, pedagang, dan pemerintah menjadi kunci utama pemulihan cepat pascamusibah. Mari bersatu tingkatkan kepedulian dan kerja bakti demi memulihkan kehidupan masyarakat terdampak.
