Surutnya genangan air pascabencana banjir biasanya menyisakan tumpukan sampah dan endapan lumpur pekat yang tebal di sekeliling lingkungan tempat tinggal warga. Tekstur tanah lumpur yang mulai mengering dan mengeras sangat sulit dibersihkan jika hanya mengandalkan tenaga para pemilik rumah yang sudah kelelahan. Jika dibiarkan terlalu lama, kotoran sisa limpahan banjir tersebut dapat menjadi sumber penyebaran bibit penyakit infeksi dan mengganggu sanitasi lingkungan. Diperlukan aksi kerja bakti masif untuk memulihkan kebersihan lingkungan secara cepat.
Menjawab kondisi tersebut, puluhan relawan yang terhimpun dalam tim bakti bergerak menuju lokasi permukiman warga dengan membawa peralatan kerja bakti lengkap. Dengan menggunakan sekop, cangkul, garukan, dan mesin penyemprot air bertekanan tinggi, para santri bahu-membahu membersihkan endapan lumpur yang menutup lantai rumah dan jalan raya. Fokus pembersihan diutamakan pada fasilitas publik seperti tempat ibadah, puskesmas pembantu, serta bangunan sekolah agar dapat segera difungsikan kembali oleh masyarakat.
Kerja keras tanpa kenal lelah para relawan santri berhasil menyingkirkan tonan endapan kotoran lumpur dari dalam bangunan hanya dalam waktu beberapa hari saja. Semangat kebersamaan dan keceriaan yang ditunjukkan para santri saat bekerja bakti menularkan energi positif bagi warga yang sebelumnya sempat merasa putus asa. Rumah-rumah warga yang tadinya kotor dan dipenuhi bau tidak sedap secara bertahap kembali bersih dan siap untuk dihuni kembali dengan aman.
Gerakan kepedulian lingkungan yang ditunjukkan oleh Santri Darul Hidayatullah ini menjadi bukti nyata bahwa santri selalu hadir di tengah-tengah kesulitan rakyat. Nilai-nilai keikhlasan dan semangat gotong royong yang dipelajari di bangku pesantren diwujudkan secara nyata dalam bentuk tindakan fisik membantu sesama. Kehadiran tim kerja bakti ini meringankan beban fisik dan emosional warga masyarakat yang terdampak musibah banjir.
Selesai melakukan pembersihan fisik, para relawan menyemprotkan cairan disinfektan ke seluruh sudut ruangan guna membunuh kuman penyakit yang terbawa oleh limpahan air banjir. Langkah sanitasi lanjutan ini sangat penting untuk memastikan lingkungan bangunan benar-benar higienis dan aman dari risiko wabah penyakit menular. Keterpaduan antara kerja fisik dan prosedur kesehatan menjadikan aksi kerja bakti santri ini sangat efektif.
Aksi nyata pembersihan sisa kotoran pascabencana menjadi bagian penting dari tahapan pemulihan kondisi lingkungan permukiman warga secara menyeluruh. Ketulusan para santri dalam mengaburkan keringat demi membantu sesama mendapat doa dan apresiasi yang tinggi dari segenap masyarakat lokal. Semangat pengabdian ini menjadi bukti kuat bahwa pesantren merupakan bagian tak terpisahkan dari denyut kehidupan masyarakat.
