Idulfitri adalah momen sukacita yang identik dengan silaturahmi dan saling memaafkan. Di antara berbagai tradisi yang ada, mengucapkan “Taqabbalallahu Minna Wa Minkum” menjadi salam khas yang sering terdengar. Ucapan ini bukan sekadar formalitas, melainkan doa tulus agar ibadah yang telah dijalankan selama Ramadan diterima oleh Allah SWT, baik dari kita maupun dari orang yang kita sapa.
Secara harfiah, “Taqabbalallahu Minna Wa Minkum” berarti “Semoga Allah menerima amal dari kami dan dari kalian.” Ini adalah bentuk permohonan kepada Allah agar seluruh rangkaian ibadah puasa, salat tarawih, qiyamul lail, zakat, dan kebaikan lainnya di bulan Ramadan tidak sia-sia, melainkan mendapat balasan pahala yang berlimpah.
Mengucapkan doa ini menunjukkan kerendahan hati dan kesadaran bahwa penerimaan amal sepenuhnya ada di tangan Allah SWT. Kita hanya bisa berusaha semaksimal mungkin dalam beribadah, kemudian menyerahkan hasilnya kepada-Nya. Ini juga merupakan bentuk doa kebaikan untuk sesama Muslim, mempererat tali persaudaraan.
Lalu, bagaimana cara menjawab ucapan “Taqabbalallahu Minna Wa Minkum“? Jawaban yang paling umum dan sesuai adalah dengan mengulang ucapan yang sama, yaitu “Taqabbalallahu Minna Wa Minkum“. Ini menunjukkan bahwa kita juga mendoakan hal yang serupa untuk orang yang mengucapkan salam tersebut.
Ada juga riwayat dari sebagian sahabat yang menjawabnya dengan ucapan “Amin”. Jawaban ini juga diperbolehkan karena menunjukkan persetujuan dan harapan agar doa tersebut dikabulkan. Namun, mengulang ucapan yang sama lebih umum dan mencerminkan saling mendoakan secara timbal balik.
Beberapa ulama juga menjelaskan bahwa tidak ada ketentuan baku dari Nabi Muhammad SAW mengenai jawaban spesifik untuk ucapan ini. Oleh karena itu, fleksibilitas dalam menjawab diperbolehkan selama maknanya baik dan mendoakan kebaikan. Yang terpenting adalah esensi dari doa itu sendiri.
Tradisi mengucapkan perkataan ini telah populer di kalangan sahabat Nabi dan generasi setelahnya. Meskipun tidak ada hadis shahih yang secara eksplisit menyebutkan Nabi SAW mengajarkan ucapan ini sebagai doa khusus Idulfitri, namun semangat doanya sejalan dengan ajaran Islam.
