Endapan lumpur tebal yang menutup akses jalan utama pascasurutnya banjir bandang di Kalimantan langsung mendapat penanganan cepat dari tim relawan santri Pondok Pesantren Darul Hidayahul. Ketebalan lumpur licin kerap membahayakan para pengguna jalan serta melumpuhkan roda perekonomian warga yang hendak mendistribusikan hasil bumi. Aksi fisik keruk lumpur pekat jalanan dilakukan bergotong royong bersama aparat dan warga desa demi membuka kembali jalur transportasi vital tersebut. Proses pengerukan lumpur membutuhkan tenaga ekstra dan kerja keras karena material sedimen yang mulai mengeras akibat terpapar terik matahari.
Dengan bersenjatakan cangkul, sekop, dan dorongan gerobak, puluhan santri menyisir ruas jalan sepanjang ratusan meter yang tertimbun endapan banjir. Santri membersihkan lapisan lumpur dari badan jalan lalu membuangnya ke tepi agar jalan tidak licin saat dilintasi kendaraan bermotor. Pembersihan juga difokuskan pada alur selokan di sisi jalan agar aliran air dapat mengalir lancar dan tidak memicu banjir susulan.
Meskipun harus bekerja di bawah terik matahari dan bergelut dengan kotoran sedimen, semangat para santri tidak surut sedikit pun sepanjang hari. Kehadiran pemuda-pemuda pesantren ini memicu motivasi warga sekitar untuk ikut turun ke jalan membawa peralatan seadanya. Suasana kebersamaan dan bahu-membahu antara santri dan masyarakat tercipta hangat di sepanjang lokasi kerja bakti.
Untuk mempercepat proses pembersihan, tim santri mengarahkan semprotan air bertekanan dari armada mesin pompa untuk meluruhkan sisa-sisa lumpur yang menempel kuat di aspal. Langkah penyemprotan ini sangat efektif mengembalikan permukaan jalan menjadi bersih dan aman untuk dilalui kembali oleh warga. Jalur darat yang menghubungkan beberapa desa terisolasi pun akhirnya berhasil dibuka penuh dalam waktu singkat.
Kepala desa setempat menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian dan kerja keras para santri yang sigap membantu pemulihan sarana umum tanpa pamrih. Bantuan tenaga langsung dari relawan pesantren ini dinilai sangat vital dalam mempercepat normalisasi kehidupan sosial dan ekonomi warga pascabencana. Kehadiran santri memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang sedang berjuang bangkit dari dampak musibah.
Aksi gotong royong santri Darul Hidayahul dalam membersihkan material banjir di Kalimantan membuktikan jiwa kebangsaan dan solidaritas tinggi generasi muda Islam. Santri selalu siap berada di garis terdepan saat masyarakat membutuhkan bantuan dalam kondisi darurat. Kerja keras pengerukan jalan ini menjadi ladang pengabdian nyata santri bagi negeri.
