Menjalani program arbain an nawawi menjadi agenda kurikulum wajib pesantren untuk memperkuat pemahaman santri terhadap pokok-pokok ajaran agama Islam. Kitab karangan Imam an-Nawawi ini merangkum 42 hadits sahih yang mencakup pilar-pilar tauhid, syariat, muamalah, dan akhlakul karimah. Setiap hadits pilihan dalam kitab ini memiliki kaidah agama yang sangat luas, sehingga menghafalkannya memberikan landasan berpikir keagamaan yang sangat kokoh bagi para santri.
Target hafalan hadits secara bertahap dilatih melalui sistem penyetoran hafalan harian di hadapan pengasuh atau ustadz pembimbing. Santri wajib menghafal teks matan bahasa Arab beserta sanad terdekat dan terjemahannya secara presisi tanpa ada kata yang terlewat. Metode pengulangan secara mandiri di sela-sela waktu istirahat mengasah daya ingat dan fokus santri secara optimal sepanjang hari.
Aktivitas kedisiplinan dan pembelajaran santri dari pagi hingga malam hari dapat disimak dalam ponpes darulhidayahul ulas keseharian santri di lingkungan pesantren yang menggambarkan suasana asrama yang kondusif. Kehidupan yang teratur mendukung percepatan capaian hafalan kitab para santri.
Pemahaman mendalam terhadap isi kandungan matan arbain diberikan melalui pengajian syarah hadits secara berkesinambungan oleh para ahli ilmu. Santri diajak membedah sebab-sebab keluarnya hadits serta hukum-hukum fiqih dan pesan moral yang terkandung di dalamnya. Pembekalan hadits-hadits esensial ini menjadi benteng akidah santri dari penyimpangan pemikiran modern yang tidak berdasar.
Pelaksanaan pendidikan pesantren yang memadukan hafalan teks dan pendalaman makna menghasilkan santri yang berwawasan luas dan berpegang teguh pada Sunnah. Kumpulan hadits dasar ini menjadi modal berharga bagi santri saat menyampaikan ceramah maupun memberikan nasehat agama di masyarakat. Mari amalkan pesan-pesan luhur Rasulullah SAW yang terangkum dalam kitab mulia ini.
