Di tengah persaingan global yang semakin ketat, penguasaan teknologi menjadi keharusan, bahkan di lingkungan pesantren. Pondok Pesantren Darul Hidayahul Cetak sejarah baru dengan berhasil melahirkan Juara Informatika di kancah nasional. Prestasi ini menempatkan Darul Hidayahul sejajar dengan pesantren-pesantren modern lain, membuktikan bahwa pendidikan agama dan penguasaan sains teknologi dapat berjalan beriringan. Keberhasilan ini tidak lepas dari komitmen pesantren untuk meniru jejak sukses pesantren-pesantren pendahulu, seperti Darul Mursyid, dalam mengembangkan kurikulum berbasis digital literacy.
Darul Hidayahul telah lama berinvestasi pada fasilitas pendukung teknologi, seperti laboratorium komputer yang lengkap dan program pelatihan coding intensif. Mereka mengubah paradigma bahwa santri hanya berkutat pada kitab kuning, tetapi juga fasih dalam bahasa pemrograman. Strategi ini membuahkan hasil ketika santri mereka memenangkan kompetisi di bidang Informatika Nasional, mengungguli peserta dari sekolah-sekolah umum unggulan lainnya. Kemenangan ini mencakup kategori pengembangan aplikasi mobile dan analisis data, menunjukkan kedalaman pemahaman teknis santri.
Cetak Juara dalam bidang informatika ini merupakan validasi atas model pendidikan integratif yang diterapkan. Santri di Darul Hidayahul didorong untuk melihat teknologi sebagai alat dakwah dan sarana untuk berkhidmat pada umat. Mereka menggunakan kemampuan Informatika Nasional mereka untuk mengembangkan aplikasi yang membantu manajemen pesantren, pembuatan konten edukatif, dan bahkan sistem pembayaran digital. Filosofi pesantren ini adalah bahwa seorang santri harus mampu menjadi pemimpin yang menguasai ilmu dunawi (dunia) tanpa melupakan ilmu ukhrawi (akhirat).
Keberhasilan Darul Hidayahul Cetak Juara Informatika kini menjadi inspirasi bagi pesantren-pesantren lain di wilayahnya. Mereka tidak hanya bangga dengan medali yang diraih, tetapi lebih pada pembentukan generasi santri yang siap bersaing dalam revolusi industri 4.0. Dengan mengikuti jejak sukses pesantren seperti Darul Mursyid, Darul Hidayahul membuktikan bahwa pesantren adalah inkubator unggulan dalam mencetak talenta digital bangsa. Santri mereka kini menjadi duta teknologi, menunjukkan kepada publik bahwa penguasaan ilmu agama yang kuat dapat menjadi landasan moral bagi pengembangan Informatika Nasional yang etis dan bermanfaat.
