Surutnya air banjir di area pusat perdagangan rakyat meninggalkan endapan tebal yang menyulitkan mobilitas pedagang dan pembeli untuk bertransaksi. Setelah bergotong royong membantu jalan setapak papan di kawasan pemukiman, fokus pemulihan dialihkan ke fasilitas ekonomi publik. Puluhan relawan santri diterjunkan ke lokasi pasar tradisional di Kalimantan untuk membersihkan sisa banjir agar aktivitas jual beli bahan pangan dapat segera beroperasi kembali.
Ketebalan endapan lumpur yang mencapai puluhan sentimeter menutupi lantai lorong los pedagang dan akses jalan masuk pasar tradisional. Jika tidak segera dibersihkan, material sisa banjir tersebut akan mengering menjadi debu tebal yang mengganggu pernapasan dan mengotori komoditas dagangan. Menggunakan serokan, cangkul, dan semprotan air bertekanan, santri bekerja keras mengeruk dan membuang material kotor keluar dari area pasar. Kerja bakti ini dilakukan dengan penuh dedikasi demi membantu warga.
Proses pembersihan dilakukan secara sistematis mulai dari area los penjual daging dan sayuran hingga ke saluran pembuangan utama pasar. Santri juga menyemprotkan cairan disinfektan pada lantai dan meja lapak pedagang guna membunuh kuman penyakit pascabanjir. Kebersihan area pasar yang terjaga mencegah pembusukan komoditas pangan dan penyebaran bau tidak sedap. Kondisi pasar menjadi bersih, higienis, dan siap digunakan kembali untuk berdagang.
Para pedagang pasar merasa sangat terbantu dengan aksi cepat santri yang memangkas waktu pembersihan sarana perdagangan rakyat tersebut. Tanpa bantuan tenaga relawan santri, dibutuhkan waktu berhari-hari bagi pedagang untuk membersihkan lapak mereka secara mandiri dari sisa kotoran. Kehadiran santri membuat pasar tradisional dapat dibuka kembali lebih cepat sehingga roda perekonomian warga langsung berputar. Keuntungan ekonomi pedagang dapat terselamatkan.
Pengelola pasar tradisional Kalimantan menyampaikan apresiasi mendalam atas aksi kepedulian sosial yang ditunjukkan oleh Pondok Pesantren Darul Hidayatul. Gotong royong ini menjadi bukti nyata kesetiakawanan santri dalam membantu memulihkan sarana publik vital pascabencana alam. Pasar yang bersih kembali diramaikan oleh warga yang berbelanja kebutuhan pokok harian dengan aman dan nyaman. Sinergi kepedulian sosial terus dipupuk erat.
Aksi gotong royong pengerukan material sisa banjir di pasar tradisional ini mengukuhkan peran santri sebagai pelopor pemulihan fasilitas publik masyarakat. Keterlibatan aktif dalam kegiatan kemanusiaan membentuk karakter santri yang peka terhadap kesulitan sesama di sekitarnya. Komitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat akan terus dijaga oleh lembaga pendidikan keagamaan ini.
