Tim Relawan Santri Darul Hidayah Pembuatan Rakit Bambu Kalimantan
Tingginya genangan air banjir yang merendam jalan utama desa memutus akses transportasi darat di sejumlah wilayah Kalimantan. Kendaraan bermotor tidak dapat melintas, sementara jumlah perahu karet dari tim penyelamat sangat terbatas di lokasi kejadian. Para santri Pondok Pesantren Darul Hidayah bergerak cepat merakit sarana transportasi air darurat menggunakan bahan lokal.
Pemanfaatan batang bambu kering yang melimpah di sekitar desa diolah menjadi sarana penyeberangan yang stabil dan aman. Tim relawan santri Darul Hidayah pembuatan rakit bambu berhasil membuat belasan unit alat transportasi air darurat untuk warga. Rakit buatan santri digunakan untuk mendistribusikan bahan makanan serta menyeberangkan warga yang butuh pertolongan medis.
Kehadiran sarana transportasi air darurat ini disinergikan dengan kegiatan santri darul hidayahul membantu penataan arsip dokumen warga Kalimantan. Perlindungan terhadap dokumen penting seperti ijazah dan surat tanah dilakukan bersamaan dengan evakuasi barang berharga warga. Kerja sama terpadu ini menyelamatkan aset penting warga dari kerusakan akibat terendam air.
Para santri membimbing warga cara mengemudikan rakit bambu secara aman dengan memperhitungkan arus air sungai yang deras. Tali pengaman dipasang di sepanjang jalur penyeberangan utama guna mencegah rakit hanyut terbawa luapan air. Kehadiran rakit bambu menjadi penolong utama mobilitas harian warga di saat terisolasi banjir.
Kepala desa dan tokoh masyarakat setempat menyampaikan rasa bangga atas ide kreatif dan keberanian para santri relawan. Rakit bambu buatan santri terbukti sangat tangguh mengangkut beban berat seperti barang logistik dan warga lansia. Kemandirian santri dalam menghadirkan solusi transportasi darurat menjadi inspirasi bagi pemuda desa.
Aksi tanggap evakuasi yang ditunjukkan santri Pesantren Darul Hidayah menjadi bukti kemandirian dan keberanian generasi muda Islam. Keterampilan praktis yang dipadukan dengan semangat gotong royong berhasil mengatasi krisis transportasi di masa bencana. Pesantren akan terus berdiri di garis depan dalam membantu masyarakat Kalimantan.
