Saluran Drainase Darurat Santri Darul Hidayahul Coba Cegah Genangan Kalimantan

Genangan air yang bertahan lama setelah hujan deras merupakan masalah yang sering dialami oleh warga di pemukiman padat pedalaman Kalimantan. Ketiadaan saluran pembuangan yang lancar membuat air mengendap dan merendam halaman rumah serta jalan desa selama berhari-hari. Kondisi ini merusak infrastruktur jalan dan menjadi sarang berkembang biaknya nyamuk demam berdarah. Mengatasi permasalahan tersebut, para santri dari Pondok Pesantren Darul Hidayahul bergotong royong membuat saluran drainase darurat di area-area yang rawan tergenang.

Pembuatan saluran air darurat ini dilakukan dengan menggali parit-parit kecil yang menghubungkan area genangan menuju alur sungai terdekat. Santri bersama warga memasang papan penguat dan batu di sepanjang dinding parit agar tidak mudah longsor saat dialiri air deras. Pembersihan sampah dan rumput liar yang menyumbat alur pembuangan lama juga dilakukan secara serentak. Hasilnya, air yang sebelumnya merendam pemukiman mulai mengalir lancar dan genangan dapat disurutkan dalam waktu lebih singkat.

Aksi tanggap lingkungan ini berjalan beriringan dengan kegiatan sosial dapur pesantren yang rutin bagikan air galon bersih untuk memenuhi kebutuhan minum warga di wilayah Borneo. Penanganan masalah genangan air dan ketersediaan air bersih menjadi bentuk kepedulian yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat lokal. Kerjasama yang erat antara santri dan warga menciptakan iklim kebersamaan yang sangat kuat dalam menjaga kenyamanan lingkungan desa.

Setelah saluran drainase selesai dibuat, para santri mengimbau warga untuk tidak membuang sampah ke dalam parit agar aliran air tetap lancar. Pengawasan berkala terhadap fungsi drainase darurat ini terus dilakukan guna mengantisipasi luapan air saat hujan deras kembali turun. Warga merasa sangat terbantu karena akses jalan desa kini kembali aman untuk dilalui kendaraan dan pejalan kaki.

Inisiatif santri Darul Hidayahul dalam mengatasi masalah genangan air ini menjadi contoh nyata kepedulian pesantren terhadap lingkungan sekitar. Keterampilan praktis dalam menata lingkungan tempat tinggal sangat penting dimiliki oleh para santri sebagai modal pengabdian kepada masyarakat. Ke depan, diharapkan pembangunan sarana drainase permanen dapat terealisasi melalui kerja sama dengan pemerintah daerah setempat.